Dr. Andy at Shenzhen, Guandong, China
"Kapan lagi kutulis lagi untukmu? Tulisan-tulisan indahku yang dulu, pernah warnai dunia, puisi terindahku hanya untuk mu!" Lagu ini mengingatkanku tentang Nada Nadiya dimana lembaran cerita tentang jalan sebagai seorang berpendidikan terlukis di kepalaku. Dengan semangat, selalu kau katakan untuk bangkit, sebagaimana intro lagu ini "aku yang pernah...Engkau kuatkan, aku yang pernah kau bangkitkan, aku yang pernah kau beri rasa." hingga aku terus mengingatmu Nadiya. 謝謝你.
Shenzhen, Aku injakan kaki ku disini dan menuliskan kembali di Blog ini. Mengingatmu dan membagi cerita ini untuk mu dan juga IBUKu di Surga. Ini pertama kali, aku mengambil postdoctoral program karena harus menyesuaikan kondisi kantor dan aturan yang tidak membolehkan aku untuk meninggalkan kantor sampai 1 tahun. Akhirnya ada peluang ini, Aku sekarang disini berkat doa Ibuku, kamu, Vita yang pernah singgah sebentar dalam hidupku dan tak Lepas dari dukungan penuh Istriku Komala-AKA-Bunda Ala (supporter, teman sejiwa, dan teman nanti di surga. Aammiiinn).
Hari ini, aku sendiri tidak menyangka akan sampai di negeri Tirai Bambu ini. Sejarah mencatatkan hal yang luar biasa di negara ini, negara dengan paham 'Komunis'. Faktanya sekarang menjadi negara maju, yang awalnya sempat terjadi perang antar kelompok sampai akhirnya didamaikan dengan satu partai, dimana pemenang menjaga wibawa dengan sebutan One China Policy. Dimana Taiwan, yang pernah aku singgah disana, disetarakan dengan provinsi atau bagian dari China-Mainland.
Luar biasanya kemajuan di sini, yang awalnya aku agak shock dengan internet yang tidak bisa dipakai untuk akses berbagai macam situs yang terkenal, ternyata memiliki Power yang luar biasa untuk mengatur negara yang luas, dengan penduduk lebih dari 1 milyar ini. Bahkan hal yang mencengangkan adalah para Professor yang ada di SIAT ternyata memiliki rekam jejak yang tidak biasa. Dari sisi Kualitas tidak kaleng-kaleng. Sistem Non-Koruptor benar-benar memberikan kehati-hatian dan kenyamanan tersendiri bagi rakyatnya. Berbeda dengan Negeri Konoha dimana korupsi sudah jadi bagian dari sistem global di negeri tersebut.
Apakah negara ku akan mampu menyainginya? Entahlah tidak ada yang tahu nantinya. Untuk Nadiya, Vita, dan Bunda Ala Kalian adalah pendoa untukku yang di Ijabah oleh الله SWT. Semoga kita bisa bertemu semua di surga, untuk Istriku Bunda Ala, Terima Kasih sebanyak-banyaknya, Kau adalah pasangan hidupku yang tepat di dunia ini.
